T.A.S adalah suatu metode da’wah dan pendidikan yang menerapkan pola bermain sambil belajar dan berda’wah. Melalui T.A.S kita bisa menyampaikan materi – materi aqidah, akhlak dan pokok pokok ibadah, kehidupan akhirat , pahala dan dosa, adanya surga dan neraka, yaumil hisab dan sebagainya dalam waktu + 30 menit bermain. Selain mengenalkan dan memahami , kita juga dapat menggunakan T.A.S sebagai media untuk menghapal ayat Al- Qur’an dan hadits Rasulullaah SAW.BERMAIN & MENGAJI
SEJARAH SINGKAT T.A.S
Berawal dari kegagalan seorang Da’i DDII bernama Sayful Anwar Nasution untuk mendirikan sebuah Pesantren bernama ‘ANNAHAL’ didesa Patilubar Kecamatan Natal Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 1992 hingga 1996, datanglahsuatubisikanhati yang diteruskan menjadi sebuah pemikiran serta doa yang dalam, dengan harapan terkumpulnya dana untuk bisa mewujudkan cita-cita mulia diatas.
Maka pada suatu hari saat beliau sedang berkunjung kerumah seorang adik juga sahabat, tampak anak-anak mereka sedang bermain kartu yang dilengkap I dengan papan permainan, yang ternyata itu adalah permainan Monopoli dan setelah diamati dengan seksama, beliau berkesimpulan bahwa cucu Nabi Adam a.sejak kecil hingga dewasa tetap memiliki naluri hobi bermain (monopoli, ludo, catur dan lain-lain), saying sekali belum ada permainan yang bersifat membangun spiritual.
Barangkali inilah jawaban dari doa beliau, Allah memberikan isyarat agar beliau dapat menciptakan satu jenis permainan yang seiring dengan perjalanan hidup beliau sebagai Da’I dan Guru Pesantren.
Sampai suatu hari beliau diingatkan kepada surah At Tahrim ayat 8 dan surah Annisa 48, surah Ali Imran 169-171. Akhirnya dari 3 surah ini beliau jadikan sebagai masterplan dari T.A.S ini, sekaligus dari ketiga surah ini pulalah yang menjadi focus dakwah dan titik puncak dari pelajaran akidah akhlak dan ibadah yang ada pada misi permainan ini.
Padatanggal 7 Juli 1997 beliau mulai menggoreskan pena diatas kertas putih untuk menyiapkan kerangka permainan ini, setelah itu beliau mengadakan penelitian dengan dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits selama lebih kurang satu tahun, sekaligus bertkonsultasi dengan para pakar dan ulama-ulama tingkat daerah maupun pusat.
Sampai terciptalah nama untuk permainan ini, yaitu TANGGA ANAK SHALEH, sebuah Media Da’wah dan Pola Bermain dalam Pendidikan Islam.
Tahun 2000, T.A.S. diperkenalkan kepada Pakar Pendidikan / Guru Besar UNIMED Bapak Prof. Dr. H. M Yacub M.Ed yang sempatmengatakan: ‘Inibukanmilik Indonesia tetapi kepunyaan dunia”.
Tahun 2001, T.A.S. mendapat sambutan baik dari MUI dan Kanwil Depag Sumatera Utara.
Tahun 2002 sampaidengan 2004 T.A.S. disosialisasikan disekitar kota Padang dan mendapat sambutan dengan baik.
Tahun 2005, T.A.S. dibawake Jakarta dan diperkenalkan di Majelis Pendidikan Masjid Al-Azhar Buya Hamka, dan kepada Ketua Umum Masjid Istiqlal pada waktu itu, Bapak Prof. K.H. Adam Harahap yang sangat memberikan dukungan untuk pengembangan T.A.S. ini.
Tahun 2006, UstadzSayful Anwar Nasution bertemu dengan Sdr.M. Harry Naldi yang berkesepakatan untuk bersama-sama mengembangkan permainan TANGGA ANAK SHALEH ini.
Naldi akhirnya dipertemukan dengan Pak K.H KhalilRidwan ( MUI), Alm K.H Hussein Umar (DDII) UstadzJefri Al Bukhori, BapakSamsulArifin (UTHB) bapak Ary Ginanjar Agustian (ESQ) danBapak Ahmad FaizZainuddin (SEFT), Bapak Syarifudin Zuhri ( Studio Qur’an) Bapak Rahmat ( Creativor) paraustadz ulama, guru pendidik dan rekan rekan aktivis da’wah
Alhamdulillaah, dari Tahun 2007 sampai dengan 2009 ini telah berhasil tersebar sebanyak 15.000 paket T.A.S
q Perlunya pembelajaran yang lebih intensif dan berkesinambungan dalam penanaman aqidah dan akhlak apalagi pendalaman ilmu Alqur’an dan Hadits sebagai pelengkap dari apa yang diberikan di sekolah maupun madrasah
q Adanya ghazwul fikri yang di atur dalam skenario penghancuran pemikiran dan lifestyle generasi muda islam yang mengakibatkan degradasi moral yang dilakukan melalui media media hiburan cetak maupun elektronik, trend busana, permainan dan sebagainya
Dari dasar 3 poin tersebut di pandang perlu para ulama, cendikiawan Islam menciptakan metode metode baru dalam meningkatkan kualitas da’wah dan pendidikan sebagai upaya “benteng dan filter” bagi generasi muda Islam.Metode da’wah TAS merupakan upaya untuk memberikan jawaban terhadap kebutuhan ummat islam tersebut
VISI
Menciptakan Anak Shaleh yang yang menjadikan Al Qur’an & Hadits sebagai pedoman hidup sehingga terwujud masyarakat yang beriman dan bertaqwa
MISI
- Menjadikan metode TAS sebagai sarana mencintai Al Qur’an & Hadits sebagai jawaban dari setiap persoalan hidup yang di hadapi
- Memotivasi setiap individu agar mampu membaca, memahami, memaknai, menghafal dan mengaplikasikan nilai nilai yang terkandung di Al Qur’an & Hadits
- Mengupayakan terciptanya anak shaleh di setiap rumah tangga muslim
- Turut serta memberikan kontribusi dalam penguatan aqidah dan akhlak masyarakat
- Mewujudkan da’i dai muda yang memiliki jiwa entrepeneurship sehingga tercapai keseimbangan dunia dan akhirat
UNTUK SIAPA TANGGA ANAK SHALEH
Melalui media TAS dapat membuat kita berda’wah dengan mudah, praktis menyentuh semua kalangan karena dalam penciptaannya TAS ini memiliki 7 kelas berfikir atau 7 dimensi yaitu :
- DIMENSI AWAM & ANAK SEKOLAH
Kelompok ini melihat bahwa TAS adalah alat bermain / permainan
2. DIMENSI AHLI PENDIDIKAN
Kelompok ini melihat bahwa TAS merupakan metode pendidikan pola bermain yang merupakan “pesantren super kilat” yang bisa di terapkan dimana saja untuk membimbing generasi muda menuju generasi yang shaleh dan shaleha
- DIMENSI AHLI DA’WAH
Kelompok ini melihat TAS sebagai metode da’wah dalam menyampaikan pesan pesan Islam dengan mudah dan praktis ke seluruh lapisan masyarakat
4. DIMENSI AHLI AQIDAH
Kelompok ini melihat TAS merupakan skema tauhid, peta aqidah dan denah menuju alam surga atau neraka
5. DIMENSI AHLI TASAWWUF
Kelompok ini melihat TAS sebagai teropong ke alam ghaib dimana ketika TAS di simulasikan terilustrasilah malaikat Raqib dan Atid sedang mendemonstrasikan cara kerja nya mencatat pahala dan dosa bani adam di muka bumi, selanjutnya setelah simulasi TAS berakhir masuklah ke alam hisab dan mizan, di sana terlihat malaikat Ridwan dan Malik di posisi masing masing
6 DIMENSI INTELEKTUAL
Kelompok ini melihat media TAS di kemas secara kreatif dimana metode TAS merupakan upaya yang sistematik, terencana, punya sistem yang jelas memiliki referensi yang cukup untuk membawa kaum remaja menuju Indonesia nan jaya ,aman damai dan makmur Baldhatun toyyibah warabbun ghafur
7.DIMENSI PREMAN BANDIT
Kelompok ini melihat TAS merupakan teman setia dan guru yang sejuk dalam mendapatkan bimbingan pesan pesan kebenaran dari kitabullaah dan hadits nabi
KENAPA TAS DISEBUT PERMAINAN
TAS di sebut dengan permainan adalah untuk memikat perhatian remaja dan anak anak, karena merekalah sasaran utama dari metode TAS ini. Bagi kaum remaja dan anak anak bahkan kelompok awam memang melihat TAS ini baik dari segi fisik maupun komponen yang digunakan sekaligus cara perjalanan & penggunaan jelas terlihat sebagai media bermain. Inilah yang dinamakan taktik, kiat dan kebijaksanaan ( Q.S An – Nahl 125) Selanjutnya setelah ketertarikan anak anak dan remaja di situlah kita menanamkan ide ide da’wah dan pendidikan yang kita inginkan
MANFAAT TANGGA ANAK SHALEH
- Membantu para da’i untuk menyampaikan pesan pesan da’wah kepada ummat dengan mudah, praktis dan ekonomis
- Membantu guru di sekolah & madrasah dalam menyampaikan pelajaran bidang aqidah, akhlak & ibadah dengan lebih mudah di mengerti dan di pahami siswa
- Bagi orangtua terpenuhi kewajiban untuk memenuhi membekali anak anaknya dengan ilmu agama dan menjadikan rumah sebagai pesantren super kilat sehingga beruntunglah orangtua memiliki kader kader anak shaleh
- Bagi kalangan fakir dan miskin yang sangat sulit untuk hadir di majlis ta’lim karena kesibukan mencari nafkah terbantu dengan mempraktekkan TAS di rumah tangganya, tentu dalam hal ini di perlukan bantuan aghniya untuk memfasilitasi pengadaan TAS melalui perantara da’i Safari Nusantara TAS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan bubuhkan komentar Anda